Rabu, 24 April 2013

Manusia dan Pandangan Hidup



Manusia merupakan makluk yang paling sempurna di ciptakan tuhan, oleh karena itu manusia juga mempunyai pandangan hidup untuk kehidupannya mulai dari pandangan jidup untuk beragama atau pandangan hidup untuk menggapai cita-citanya. Di kedua pandangan hidup tersebut mempunyai ketegnatungan antara agama dan cita-cita, karena agama menuntun kita untuk menggapai cita-cita. 

Manusia mempunyai pandangan hidup untuk menunaikan ibadah Agamanya, contoh nya umat islam mempunyai pandangan hidup dari Al-quran, tapi kita juga butuh pandangan hidup yang lain seperti dari guru ngaji, atau orang yang emang mengerti tentang agama. Apabila kita benar-benar menhikuti pandangan hidup kita dalam beragama, mudah-mudahan hidup kita menjadi lebih baik dari sebelum nya dan lebih ingat sama Tuhan agar tidak berbuat yang merugikan agama dan tidak merugikan orang lain.

Sama halnya dengan Agama, sebagai manusia kita juga perlu mempunyai pandangan hidup untuk menggapai cita-cita. Banyak orang mengatakan bahwa kalau umat manusia sudah menjalankan dengan baik pandangan hidupnya maka niscaya cita-citanya perlahan-lahan juga akan terwujud, itu bisa terjadi karena dalam pandangan hidup manunia terhadap agama di ajarkan bagaimana menggapai cita-cita dengan cara baik dan benar tanpa harus merugikan orang lain.

Setiap manusia membutuhkan yang namanya pandangan hidup, karena pandangan hidup itu modal kita untuk menjalankan kehidupan di dunia. Menurut saya setiap umat beragama harus percaya dengan pandangan hidup di agamanya, contoh Islam mempunyai pandangan hidup dari Al-quran, jadi kita sebagai umat muslim harus menjalankan perintah dan larangan di Al-quran, bukan hanya untuk akhirat padangan hidup di Al-quran karena Al-quran juga membimbing kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dunia dan menjadi modal semangat kita untuk menggapai cita-cita. 

Bila ada umat manusia yang tidak mempunyai pandangan hidup di dunia, itu sangat menyeramkan, karena mereka tidak mempunyai kepastian hidup dunia itu untuk apa. Karena kebanyakan orang barat mereka mengambil pandangan hidup dari buku atau dari lirik lagu. Jadi untuk membuat hidup kita lebih baik lagi, kita harus mempunyai pedoman hidup untuk kedepannya.

Kamis, 18 April 2013

Manusia dan Keadilan



Setiap manusia yang hidup di dunia harus mempunyai keadilan yang sama terhadap manusia lain dalam keadilan hukum maupun keadilan social. Negara Indonesia merupakan Negara hukum, oleh karena itu warga Negara berhak mendapatkan keadilan hukum yang sama tanpa membeda-bedakan kalangan tertentu. Di dalam pancasila yang di anggap oleh Rakyat Indonesia sebagai ideology Negara terdapat peraturan untuk masyarakat mendapatkan keadilan sesuai isi Pancasila yang 5 yang berbunyi keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, akan tetapi keadilan di Indonesia bisa di beli dan tidak merata untuk masyarakatnya. Bagi kalangan tertentu bisa membeli keadilan di Indonesia dan bagi kalangan bawah hanya bisa menerima nasib bahwa keadilan tidak memihak kepada mereka.

Indonesia merupakan Negara hukum yang hukum nya telah di atur dalam UUD 1945, akan tetapi semua yang tertera di dalam UUD 1945 tidak semuanya di jalankan di Indonesia. Contoh nya koruptor yang korupsi hingga milayaran rupiah yang sangat merugikan masyarakat Indonesia, masih bisa tenang-tenang saja bahkan ada masih bisa menikmati hasil korupsinya tersebut dan bila mereka tertangkap hukuman yang di berikan tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan berbanding kebalik dengan orang yang hanya mencuri ayam, orang yang mencuri ayam hukuman nya lebih berat di gebukin masyarakat dan di penjara, padahal dia mencuri ayam tidak sampai milyaran dan cuman merugikan 1 orang saja tidak seperti koruptor yang merugikan Negara.

Hal itu sangat bisa terjadi karena keadilan di Indonesia bisa di beli, hakim bisa di sogok dengan uang yang berlimpah dan meringankan masa tahanan si koruptor, sedangkan maling ayam hanya bisa pasrah menerima keputusan hakim. Padahal sudah di jelaskan di pancasila bahwa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, keadilan yang tanpa membeda-bedakan status social ataukan jabatan.

Menurut saya keadilan di Indonesia bisa di tegakkan, asal kan manusia yang berhubungan dengan keaman ( polisi ) dan kejaksaan bisa memegang teguh apa yang telah di terapkan di UUD dan berkata tidak terhadap sogokan. Maka dengan begitu keadilan bisa di rasakan oleh masyarakat Indonesia, dan dunia juga tahu Negara Indonesia menjujung tinggi warga Negara nya, jadi para turis juga merasa nyaman bila berkunjung ke Indonesia.

Rabu, 10 April 2013

Manusia dan Penderitaan



Ada suatu kalimat yang berkata “ sejahat-jahat nya ibu tiri, lebih jahat Ibu Kota “ kalimat ini menggambarkan betapa sadis nya kehidupan di Ibu Kota. Kalimat tadi memang ada benar nya dan ada salah nya, kenapa begitu kalo kita bisa berusaha dan beradaptasi dengan suasana mungkin kalimat itu salah besar namun bila kita cuman bisa diam menerima keadaan tanpa ada usaha untuk keluar dari keadaan tersebut ya Ibu Kota memang menyeramkan, karena setiap manusia dari Penjuru Indonesia bahkan Negara lain ke Jakarta pasti untuk mencari kerja, namun bagi sekelompok orang yang tidak emndapatkan kerja dan putus asa itu merupakan musibah dan penderitaan yang cukup menyiksa berhubung harga di Ibu Kota jauh lebih mahal dengan harga di kota-kota lainnya. Kali ini kita akan membahas tentang penderitaan yang ada di Ibu kota.

Sebagian orang ada tentu pasti ada yang merasakan penderitaan hidup di ibu kota dan ingin pulang tetapi tidak punya ongkos karena uangnya habis untuk membeli kebutuhkan di Jakarta. Penderitaan tersebut mempunyai dampak psiskis yang cukup dahsyat contohnya banyak orang yang stress, gila gara-gara memikirkan cara mendapatkan sesuap nasi untuk hari ini bahkan tidak banyak yang bunuh diri karena tidak kuat menahan penderitaan yang selama ini mereka alami. Bagi mereka hidup di ibukota merupakan gambling besar mereka harus siap menerima penderitaan menghamipi mereka atau penderitaan menjauh dari mereka. 

Banyak sekali mereka yang mencoba membuat usaha/bisnis yang menggunakan modal yang cukup besar hampir 80% uang mereka punya, mereka taruh buat modal, namun usaha tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka bukan maju malah mengalami kehancuran dan bangkrut sebagian dari mereka pasti mengalami phobia yang cukup bahaya, mereka menjadi takut mengeluarkan uang, mereka jadi tidak percaya dengan orang lain, dan tidak sedikit mereka jadi menyalahkan tuhan.

Menurut saya kasus penderitaan di ibukota yang menyebabkan masalah piskis ini bisa di redam dan jangan selalu menyalahkan pemerintah, karena masalah ini adalah masala individu itu sendiri. Saya rasa cara menghilangkan phobia dan strees itu sendiri dengan berfikir positif dan selalu ingat dengan tuhan nya sendiri. Tidak ada kata putus asa, selalu mencoba melakukan yang terbaik buat kehidupan nya kelak, maka kata penderitaan hidup di ibu kota tidak berlaku lagi dan menjadi kenikmatan hidup di ibu kota.